
Sejarah Prodi Doktor Teknik Elektro
Upaya pendirian Program Studi Doktor Teknik Elektro di Fakultas Teknik Elektro (FTE) mulai dirintis sejak tahun 2016. Pada tahap awal, Fakultas Teknik Elektro mengundang berbagai pakar dari perguruan tinggi terkemuka seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Indonesia (UI), serta tokoh industri dari Telkom Telstra, Freeport Indonesia, GRAB, BorSya Group, hingga MASTEL. FTE juga memanfaatkan kehadiran invited speaker dalam konferensi IEEE dan program Visiting Professor untuk memperoleh masukan dari pakar internasional, termasuk dari Macquarie University, Coventry University, dan JAIST Jepang.
Proses ini tidak lepas dari tantangan, terutama karena saat itu Fakultas Teknik Elektro belum memiliki profesor internal dan perlu memperkuat atmosfer penelitian. Berbagai langkah dilakukan, seperti mendirikan pusat riset, mengirim dosen melanjutkan studi doktoral, merekrut dosen bergelar doktor, serta terlibat aktif dalam organisasi dan kajian regulasi telekomunikasi. Pendirian pusat riset Advanced Wireless Technology (AdWiTech) menjadi salah satu terobosan penting yang mendorong penguatan riset di lingkungan FTE.
Harapan tersebut semakin mendekati kenyataan ketika FTE mulai memiliki profesor dari kalangan internal, dimulai dengan pengukuhan Prof. Dr. Rendy Munadi pada tahun 2020. Disusul kemudian oleh hadirnya beberapa guru besar lainnya pada 2021 dan 2023, seperti Prof. Dr. Maman Abdurohman, Prof. Dr. Jangkung Raharjo, Prof. Dr. Aloysius Adya Pramudita, Prof. Dr. Achmad Rizal, dan Prof. Dr. Indrarini Dyah Irawati. Kehadiran para profesor ini memperkuat kapasitas akademik dan penelitian, sekaligus menjadi fondasi utama bagi terwujudnya Program Studi Doktor Teknik Elektro di FTE.
